Mahasiswa UNHAN RI Laksanakan Studi Lapangan dan Bhakti Sosial Bencana Erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang

By Ahmad Rajendra


Nusakini.com--Lumajang--Mahasiswa Unhan Fakultas Kemanan Nasional, di bawah pimpinan dekan Marsda TNI Dr. Syamsunasir, S.Sos., M.M., C. Fr.A Prodi Manajemen Bencana melaksanankan Kegiatan Studi Lapangan dan Bhakti Sosial "Unhan Peduli Bencana" Erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang pada Minggu (30/01)

Guguran awan panas dan banjir lahar dingin Gunung Semeru pada akhir 2021 lalu mengakibatkan ribuan jiwa tersebar di beberapa titik pengungsian yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Lumajang. Hingga saat ini pengungsi erupsi Gunung Semeru masih bertahan di pengungsian menunggu selesainya pembangunan huntara dan huntap.

Kegiatan Unhan Peduli yang diikuti oleh 11 mahasiswa prodi Manajemen Bencana Cohort 12 di dampingi oleh dosen prodi manajemen bencana Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Si. dan Dr. Sugimin Pranoto sebelumnya melakukan koordinasi di BPBD Jawa Timur. Pertemuan dilaksanakan pada (29/01) dipimpin oleh Drs. Budi Santosa selaku Kalaksa BPBD Jatim memaparkan kondisi dan informasi terkait bencana di Jawa Timur khususnya kabupaten lumajang yang terdampak erupsi semeru sebelum mahasiswa terjun langsung ke lapangan. Menurut penuturan beliau penanggulangan bencana Erupsi Semeru telah terkoordinir dengan baik "karena koordinasi yang baik, logistik tersalurkan dengan baik selama ini" imbuhnya.

Kegiatan hari Minggu (30/01) diawali dengan kunjungan ke BPBD Lumajang untuk koordinasi dan mendapatkan arahan di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kawasan terdampak erupsi dan pembangunan huntap dan huntara. Kegiatan ditutup dengan bhakti sosial di posko bantuan dan kesehatan yang diserahkan secara simbolis oleh Sesprodi Manajemen Bencana Dr. IDK Kerta Widana, S.KM, M.KKK. Amni salah satu koordinator posko bantuan di pengungsian Penanggal, Kecamatan Candipuro menuturkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Mahasiswa UNHAN RI

Melalui Bhakti Sosial dan Studi lapangan ini selain memberikan bantuan logistik, juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa tentang kondisi lapangan dan implementasi kegiatan penanggulangan bencana yang bisa dilaksanakan. Mahasiswa juga diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui penelitian dan rekomendasi untuk pembangunan kedepannya.(rilis)